Orak-arik

Tanggal ujian telah ditentukan. Senin, 16 Juni 2014 pukul 15.00 WIB.
Bonus ujian hidup lainnya yaitu adikku datang ke Jogja hari Minggunya. Dia juga akan ujian SBNMPTN di Jogja tanggal 17 Juni 2014.

Kakak-adik, sama-sama berjuang untuk ujian.
Satu tahap menuju tahap selanjutnya, mencapai cita-cita dan harapan.
Berharap pula bisa membahagiakan kedua orang tua.πŸ™‚

Minggu, 15 Juni 2014

Malam Senin, alias Minggu malam ada debat capres di TV. Aku yang asik belajar buat sidang pun malah tergoda menonton.
Salah pilih tempat belajar. Di sekretariat, diselubungi orang-orang yang antusias nonton debat pula. Ya sudahlah, sambilan juga akhirnya. Begitu nonton debat, langsung terbesit bagaimana seandainya besok sore, penguji mengkaitkan pertanyaan mereka dengan debat capres malam ini? Dan aku sendiri bertanya dalam hati. Apa yang akan terjadi pada subjek penelitianku jika A menjadi presiden? Bagaimanapula jika B yang menjadi presiden? Namun, hanya sebatas itu. Aku lanjut menonton debat sambil membaca materi presentasi.

Senin, 16 Juni 2014

Masuk angin mungkin ya? Mual… Berakhir pada muntah. Jantung berdegup kencang. Aku nervous!!

Siang hari sekitar pukul 13.00 WIB aku ke kampus. Cek and re-check kelengkapan dan tanya ini-itu yang harus dicek lagi sebelum sidang. Akhirnya waktunya tiba. Aku ke ruang sidang di kahyangan. Jarang ada yang disidang di ruangan itu.

Penguji 1 hadir. Disusul penguji 3. Lalu presentasi dimulai. Dimana penguji 2? Dalam perjalanan. Karena sudah pukul15.00 lebih entah berapa belas menit, maka kedua penguji memutuskan untuk memulainya terlebih dahulu. Tak masalah.
Presentasiku benar-benar membaca slide. Aku tidak menghafalkan slideku. Hanya mempelajarinya. Dan yah, ternyata kesibukan wira-wiri itu berimbas juga. Tapi aku yakin. Tuhan tidak akan menghukumku karena aku menggunakan waktuku untuk adikku sendiri.

Akhirnya Penguji 2 datang. Baru tertinggal beberapa slide saja.
Presentasi berakhir. Tibalah waktu didadar, diceplok, di-orak-arik. Itu istilah disidang yang lebih populer dan mengenyangkan. haha..

Dimulai dari Penguji 3, lalu Penguji 2. Terakhir Penguji 1 yang juga DPS-ku.

Benar saja. Pertanyaan yang muncul dan diskusi yang berkembang tidak jauh dari perkiraanku. Beberapa bersemayam di dalam otakku untuk waktu yang sangat lama. Aku bukan cenayang. Hanya mempelajari pola pertanyaan ketiga penguji itu. Dan wallaaaa… Ternyata aku lumayan tepat memperkirakan. Tapi……….

Penguji 3 ini unik. Setelah semalam berdoa, jangan sampai dikaitkan dengan debat capres malam itu. Ternyata oh ternyata….

”Jika suatu saat nanti, Anda menjadi ahli burung sikatan. Apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?”

Aku menjawab normatif secara edukatif, jawaban akademisi dan peneliti.

”Saya ingin mempelajari lebih dalam tentang burung ini. Populasi, perilaku, monitoring…….. *bla bla bla” pokoknya jawaban peneliti sejati yang bersemayam di jiwaku.

”Itu kan kalau versi PBW. Kalau versi JKW?” Penguji 3 kembali bertanya. Setelah pertanyaan ini, ketiga penguji tergelak tertawa. Aku bengong, megingat doa semalam saat nonton debat. Dalam bengongku, diselimuti diskusi ringan ketiga penguji di sela-sela sidangku. Oh, ayolah… Bersyukur juga tergoda nonton debat. hehehe…πŸ˜€

”Saya ingin masyarakat diedukasi tentang konservasi burung. Mungkin, solusi penangkaran semi alami. Tapi, tentu harus dikaji lagi secara mendalam. Dengan cara sebelumnya (yg kata Penguji 3 versi PBW).” jawabku. Ini bukan kampanye. Aku oke-oke saja siapapun presidennya. Aku bukan orang fanatik. Tapi tentu, aku tahu aku akan memilih siapa. Dan itu, biar aku dan Tuhan dan malaikat yang tahu.πŸ˜€

Penguji 2 bertanya hal mendasar. Yang juga sudah aku prediksi akan ditanyakan. Penguji 1 juga. Sayangnya aku benar-benar lupa. Padahal beberapa bulan yang lalu sudah kembali mempelajari Hukum Tolerasninya Shelford. Duh, Gusti. Kenapa memori itu yang terformat?

Akhirnya aku dipersilahkan keluar ruangan setelah kurang lebih 1.5 jam diceplok.

Di luar ruangan, yang tadinya hanya ada 2 wanita yang menungguiku, PIpit dan Mbk TOmbs. Sudah bertambah ramai. Ada Gondes (yang mana anak Kehutanan), Aziz (tempat curhat kenervousan), Bejo & Olon (sama-sama pejuang Skripsi), Keket & Mas Topan (yang sangat tak terduga kehadirannya), dan Roe (yang kok tahu, padahal aku nggak bilang aku sidang hari itu).

Sejenak bercakap dan berterima kasih atas kehadiran mereka. Lalu, aku dipanggil masuk lagi.

”Anda tidak perlu ujian lagi, Anda lulus, dengan revisi naskah”

Salim sama ketiga penguji yang super ini. Alhamdulillah… Salim sama Tuhan juga. I LOVE YOU, ALLAHβ€πŸ™‚

Alhamdulillah. Lega. Satu tahap untuk tahap selanjutnya.
Puas. Sangat memuaskan kuliah disini. 14 semester!!! :p

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s