Apathy

Tak perlu meluangkan waktu untuk bangga padaku, seandainya lulus cumlaude.
Tak perlu pula puja-pujian akan keberhasilan mendapat IPK super tinggi, jikalah aku adalah mahasiswa paling cemerlang.

Kenyataannya memang tidak demikian. Kenyataannya aku seorang mahasiswa biasa yang nyaris mati dalam keterpurukan. Bukan kebanggaan siapa yang membuatku bangkit untuk mengenyahkan status ini.

Jika aku ingin meninggalkan julukan ini, aku ingin meninggalkannya bukan dengan melarikan diri. Melainkan menyelesaikan. Dan sekali lagi, aku tidak mencari kebanggaan orang lain atas capaianku. Aku tidak peduli jikapun orang tak peduli.

Apakah keliru? Jika aku tidak mengatakan kesulitan-kesulitan mental dan kejiwaanku selama ini? Namun, beberapa orang  justru bertanya pada orang yang keliru. Dan aku tidak tahu, apa yang dibisikkan dongeng angin itu.

Aku sendiri tidak membanggakan diriku. Oleh karena itu, aku tidak mencari kebanggaan dan pujian dari orang di sekitarku. Karena pujian dan rasa bangga mereka padaku mungkin akan menjadi satu-satunya yang melenakan dan melemahkanku.

Apa penting?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s