Arga adalah Surya

Arga adalah surya. Mentari pagi yang terbitnya dinanti insan di bumi juga mahkluk diurnal yang tak sabar mencari bahagianya. Mentari pagi yang terbitnya juga disambut riang oleh makhluk-makhluk nocturnal yang lelah beraktifitas dalam gelap malam.

Arga adalah surya. Matahari terik yang panasnya membara. Kadangkala membakar dan mendidihkan aliran darah di tiap pembuluh nadi. Kadangkala sayu dan sendu tertutupi awan putih yang senyum-senyum menari di langit biru bersama maruta. Surya yang di setiap berkas sinarnya didamba petani yang menjemur gabahnya. Atau tukang sol sepatu yang baru saja mengoleskan lem super kuatnya agar cepat mengering.

Arga adalah surya. Ia condong ke barat, menjadikannya senja. Mengguratkan warna jingga keemasan yang semakin membara. Membara menuju malam gulita. Bersiap menghapuskan lelah para pendambanya yang seharian berlarian mencari cintanya. Surya senja yang juga dibenci karena mengingatkan pada sendu dan kesedihan. Atau mengingatkan seorang pada orang lain yang pernah mencinta dengan yang ia cinta.

Arga adalah surya. Bagaimana bisa arga adalah surya? Sama-sama ada yang mendamba dan mencinta. Sama-sama ada yang mengeluh karena tegarnya.

Arga adalah surya. Surya tenggelam, surya tenggelam. Surya terbit, surya terbit. Surya kembali, dan surya kembali menerangi siang hari. Surya pergi, dan surya pergi namun masih tetap memantulkan sinarnya menjadi cahaya yang indah bersama rembulan dan bintang-bintang. Arga adalah surya. Aku bersikukuh akan itu. Entah kamu.

Pagi Ungu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s