Arga adalah Gunung

Arga adalah gunung.

Arga adalah kamu.

Setiap kali memandang gunung, aku selalu teringat padamu.

Juga pada Sang Pencipta Semesta.

Dan saat aku memandang Arga, aku teringat gunung.

Saat memandang Arga, aku mengingat Sang Semesta. Kau yang Maha Pencipta, namun kehendak-Mu selalu saja, aku tanpa Arga saat memandang gunung biru di seberang pelupuk mata.

Kau tak nampak nyata di duniaku, namun Kau memperlihatkan ciptaan indah-Mu senyata dan sejelas itu. Menyeruakkan kehendak-Mu, bahwa mungkin aku obsesif pada Arga dan juga pada Argaku sendiri.

Arga adalah gunung. Aku memandangmu dari kejauhan. Dan kau sungguh indah mempesona dalam diammu.

Arga adalah gunung. Aku menapaki jalanmu. Menanjak dan berliku. Dan membuatku mensyukuri tiap hembus napasku. Memuja Sang Pembentang langit biru. Memuji keagungan lautan awan putih. Meringkuk, kala Sang Maha dahsyat meniupkan angin badai dan hujan, serta kilatan langit. Arga adalah gunung. Dalam dirimu, kau terus bergejolak. Kadang hening, kadang nampak.

Oh, Tuhan… Arga adalah gunung.

Oh, Tuhan… Kau Pencipta keduanya.

Arga adalah gunung. Aku cukup menelusuri jalan setapak menuju puncakmu. Membebaskan ego, lalu mengikatnya lagi.

Arga adalah gunung. Aku tak ingin mengikuti jalur tandus. Aku menyusup di semak dan belukar. Membiarkan kulit terkoyak duri yang ramah menyapa ragaku. Membuatku meringis ketika epidermis teriris. Mengucurkan merah, atau sekedar luka sederhana yang seringkali membuatku bangga.

Arga adalah gunung. Aku ingin memahamimu, bukan seperti kebanyakan orang memahamimu. Mencoba menganggap aku adalah kamu. Tanpa aku harus menjadi kamu.

Arga adalah gunung.

Arga adalah gunung.

Arga adalah gunung

Arga adalah gunung

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s