Once Upon A Time In Bangkel, Yogyakarta

Catatan : -Yogyakarta, 27 Januari 2014-

Pada suatu malam, aku menunggu bus trans Jogja datang. Tujuanku adalah ke Bandara Adi Sutjipto, tapi tujuan sebenarnya adalah ke rumah salah satu temanku di Berbah. Selanjutnya, aku akan menginap di rumahnya. Rencananya besok kami akan ke Padang Golf, bukan untuk bermain golf, tapi untuk birdwatching.

Singkat cerita, hari sudah berganti. Pagi-pagi sambil menunggu salah satu teman kami datang, kami sarapan bubur. Pagi itu mendung, gerimis juga. Reda, lalu gerimis lagi. Akhirnya teman yang ditunggu-tunggu datang juga. Kami bertiga bergegas menuju lapangan golf. Kemudian langsung menuju kantor administrasi. Karena tidak bisa bertemu dengan manajernya, akhirnya batal birdwatching di lapangan golf. Okelah..

A Trip to Bangkel

Kemudian kami bergeser ke Bukit Bangkel. Konon, yang empunya pengalaman kesana, tempatnya asik buat pengamatan burung. akhirnya ke sana juga kami pergi. Sebelumnya, kami menitipkan motor di salah satu rumah alm. seniorku. Perjalanan menuju Bangkel ditempuh dengan jalan kaki, dimulai sekitar pukul 8.30 WIB (lebih mungkin). Kami melewati perkampungan, menyeberangi sungai, dan melewati ladang-ladang penduduk. Dan ternyata, tempat yang dulunya masih sepi perkampungan, sekarang sudah ramai. Pantas saja, itu ingatan temanku ketika masih SD, itu sekitar 13 tahun yang lalu. Yap, baiklah….

Berbah 2014

Kami terus berjalan, dan bertemu seorang kakek. Kami bertanya jalan menuju puncak bukit. Beliau memberitahukan untuk mengikuti jalan yang ada. Sebenarnya petunjuk itu masih rancu dan tidak jelas. Tapi memang, karena kami pada dasarnya suka blusukan, kami jalan saja terus sampai akhirnya bertemu jalan lain. Kami akhirnya berjalan sekenanya. Selama itu masih bisa jalan-jalan sambil birdwatching. Karena dekat sungai, kami cukup sering melihat dan mendengar burung Cekakak Jawa / Halcyon cyanoventris.

Kamipun sampai di tepi sungai. Disana terlihat capung dan burung Raja-udang Meninting / Alcedo meninting. Kemudian kami memutuskan melanjutkan perjalanan dan tanpa sengaja mengikuti jalan menanjak. Ternyata jalan itu jalan menuju puncak Bangkel. Beberapa burung sering terdengar, hanya saja sulit dijumpai penampakannya. Dhemit istilahnya, ada suara tak ada rupa. Beberapa jenis capung juga dapat dijumpai di sekitar Kali Opak yang kami seberangi.

Selain hewan-hewan unik, sempat terekam kamera pula beberapa tumbuhan di sekitar kami. Tumbuhan dari family Zingiberaceae, lalu ada pula kembang sungsang atau Gloriosa superba (flame lily). Temanku lupa jalan yang dulu dia tempuh, tapi masih ada sedikit ingatan bahwa di sekitar situ terdapat gubuk dan rumah. Setelah kami melewati gubuk tersebut, jalan ‘’lama’’ itu baru ketemu. Kami terus berjalan menapaki jalan yang licin itu. Sampai harus melepas alas kaki, sandal gunungpun masih terlalu licin. Akhirnya sampai juga di puncak Bangkel. Dari ketinggian bisa terlihat sawah dan bangunan-bangunan di bawah yang nampak kecil. Dunia terlihat sangat luas dan membahana. Langitnya maha luas dan biru disipu awan putih. Kicauan burung, yang entah dimana sosoknya menghiasi siang.

Zingiberaceae

Tapi, kami tidak bisa berlama-lama di puncak, harus segera turun. Agenda lain menunggu. Hehehe.. Yap, baiklah.. Jalan-jalan ini cukup merefresh pikiran dan hati.

Libellago lineata jantan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s