Penikmat-Pengamat-Pecinta ALAM

Dia tidak tahu, rasanya menjadi aku yang melakukan keduanya. Karena dia hanya menjadi satu di antaranya. Atau mungkin, dia sendiri tidak tahu apa yang dia katakan.

Semua ini berawal dari status teman facebook yang sebenarnya tidak aku kenal. Yang aku tahu, dia juga pengamat burung. Status itu agak membuatku kesal, tapi setelah dipikir-pikir mendalam, aku punya pandangan lain. Statusnya kurang lebih mengatakan bahwa pengamat burung akan mengamati burung. pecinta alam akan menikmati alam. Tapi pecinta alam bisa jadi merusak alam. Dan pengamat burung akan tetap mengamati burung dan menjaga habitatnya. Ehm… kurang lebih seperti itu. Dan menurutku memang kata-katanya agak aneh. Mengapa?

Menurutku, pengamat burung adalah pecinta alam. Ya benar kalau pengamat burung akan mengamati burung. Ketika pengamat burung itu menjaga alam dan habitat burung, bisa dikatakan pengamat burung itu adalah pecinta alam. Benar atau kurang benar?

Pecinta alam atau penikmat alam? Mereka yang hanya menikmati alam, aku menyebutnya penikmat alam. Pokoknya, bagaimana caranya dia bisa menikmati alam. Tanpa peduli pada alam dan kelestarian alam. Kalau misalnya mendaki gunung, ya pokoknya mendaki saja. Foto-foto, sampai puncak, senang. Dan sudah, sampai disitu saja. Mereka menikmati perjalanan mereka. Dan tidak semua penikmat alam itu menyebalkan. Penikmat alam juga ada yang peduli pada alam yang dia nikmati. Contohnya tidak merusak alam dan tidak membuang sampah sembarangan.

Pecinta alam menurutku sedikit-banyak berbeda dengan penikmat alam. Pecinta alam bisa jadi orang yang ikut Organisasi Pecinta Alam/OPA. Namun, pada hakekatnya pecinta alam itu ‘’orang yang mencintai alam’’ tidak harus dari suatu wadah atau organisasi kan? Pecinta alam akan berpikir. Ketika dia melewati gunung-gunung, menelusuri lorong di perut bumi, atau mengamati hewan dan tumbuhan, dia akan berpikir. Bagaimana caraku menjaga mereka? Apa yang bisa aku lakukan untuk alam? Setidaknya, aku terinspirasi kata-kata Om Don Hasman antara perbedaan pecinta dan penikmat alam. Dan menurutku, yang beliau katakan itu masuk akal dan masuk hati.

Karena aku masih agak kesal dan otakku terus mendesakku untuk menulis, maka aku akan melanjutkannya. Mungkin agak songong, tapi ini hanya sudut pandangku. Aku sudah bertemu dengan senior-seniorku yang aku acungi banyak jempol. Dan aku mengatakan mereka adalah pecinta alam sampai titik darah penghabisan mereka. Beberapa di antaranya masih setia dengan idealisme seorang pecinta alam. Ada yang ingin membuktikan keberadaan Harimau Jawa sampai sekarang. Dia tidak dibayar. Dia melakukannya sepenuh hati, dengan dana yang diperolehnya dari menjual tanaman hias. Menurutku, dia pecinta alam sejati. Berusaha membuka mata manusia lainnya. Mengungkap misteri yang sebenarnya…… euumm… Apa ya? Sesuatu hal yang perlu dibuktikan. Beberapa di antara mereka masih menelusuri lorong-lorong perut bumi di seluruh Nusantara. Menguak sedikit demi sedikit biodiversitas di dalamnya. Demi apa? Demi kebijakan dan kebaikan manusia juga, agar mengelola alam dan seisinya dengan lebih baik dan bijak. Aku menyebut mereka adalah pecinta alam sejati. Bukan sekedar explorer. Menurutku. Bagaimana menurutmu? Bagaimana dengan sudut pandangmu?

Yap. Aku ingin menjadi seorang yang mencintai alam.

Jadi, mungkin karena itu aku mengatakan dia tidak tahu rasanya menjadi aku. Tapi setidaknya aku tahu rasanya menjadi dia. Jika ini tentang organisasi. Tapi, aku layak mengatakan dia adalah pecinta alam juga, jika memang dia mencintai alam. Mencintai dan menjadi pecinta itu bukan hanya dilihat dari wadah kita bernaung. Tapi dilihat dari passion, soul, and what we actually do and think about *haduh, inggris-an maneh

Maka,

Vivat et Floreat, keep birding, and keep the Earth..

TNMB memories

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s