My First Bird-banding

29/09/13

Subuh. Aku dan beberapa sahabatku masih asyik bermain gitar. Padahal, sekitar pukul 5 harus bersiap-siap berangkat ke Condongcatur. Karena hari itu adalah hari pertamaku ikut bird-banding.

Apa itu bird-banding?

Kalau aku menyimpulkan dari berbagai komentar (malas membaca buku, hehehe-red), bird-banding itu adalah penandaan burung, baik menggunakan cincin logam ataupun bendera warna. Tujuannya juga macam-macam, salah satunya untuk mengetahui life-span suatu spesies. Bagaimana bisa? Ya bisa saja. Misalnya kita menangkap burung A di lokasi X lalu mem-banding-nya di tahun 2000. Kemudian ketika kita kembali ke lokasi X tersebut dan mendapati burung A lagi pada tahun 2007, maka kita dapat mengambil simpulan bahwa burung A dapat hidup hingga usia 7 tahun.

Bird-banding itu mengingatkanku pada praktikum ekologi dasar bab CMRR (Capture-Marking-Release-Recapture). Dulu ketika praktikum ekodas hanya bisa menggunakan simulasi dengan manik-manik warna putih dan hitam. Dan pengamalan ilmunya justru aku peroleh dari kegiatan ekstra-kampus.

Bird-Banding Pertamaku

Pada kesempatan pertama mengikuti bird-banding, aku diwajibkan mempelajari cara memasang mistnet/jala kabut yang akan digunakan untuk menangkap/menjebak burung. Alat-alat yang digunakan antara lain : jala kabut, tali, pasak, tiang (lupa istilahnya-red), penyodok tiang (hahaha, lupa istilahnya-red). Kemudian, alat-alat tersebut dipasang. Nah, itulah latihan pertama. Berkali-kali memasang mistnet sampai cukup lancar. Dalam memasang mistnet juga harus ada manajemen tim yang baik. Hal ini agar mengefisienkan kerja, sehingga mistnet bisa cepat dan tepat terpasang. Nggak lucu kalo kelamaan memasang sampe kehabisan waktu, keburu burungnya transmigrasi.

Lokasi bird-banding pertamaku di sebuah sawah. Bayangkan panasnya. Terik. Belum tidur. Sungguh, menatap matahari adalah hal menyiksa. Hahahaha…..

Tapi, untuk belajar sesuatu memang tak jadi hambatan yang terlalu. Melakukan hal baru yang belum pernah dilakukan. Bersama orang-orang yang ahli di bidangnya dan orang-orang yang sama-sama sedang belajar. Untuk sebuah pengalaman lapangan, bagiku ini jauh lebih baik daripada sekedar duduk di bangku kuliah sambil mendengarkan dosen menyanyikan lagu pengantar tidur.

Okeeee… Masih banyak yang harus dipelajari. Baru saja download materi teknik banding. Kapan-kapan aku akan tuliskan lagi pengalaman atau pengamalan lainnya..

Tetap bersama Eoscheme..😀

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s