Pesanguan dan Hasil Bumi

Jpeg

Lada a.k.a. Merica, katanya itu dua jenis tanaman yang berbeda.

Lampung subur tanahnya. Tentu saja. Hutan hujan tropis yang basah dan lembab, dimana pacet menggeliat di sela-sela jari manusia yang berani menggerayangi hutan perawannya. Tidak diragukan. Hutan tentu subur. Bekas hutan pun, masih subur.

Penduduk Lampung terdiri dari berbagai etnis. Selain orang Lampung asli, banyak transmigran dari berbagai pulau. Suku-suku yang mendiami Lampung selain suku Lampung itu sendiri antara lain Jawa, Sunda, Bali, Padang, dan lainnya. Keberagaman ini kadang menimbulkan gesekan atau friksi yang bisa jadi tidak dipedulikan, namun tak jarang menjadi masalah yang lebih besar. Namun, sebagai manusia pecinta damai saya tidak ingin membahas hal semacam itu. Kita cinta damai, kita sebarkan cinta dan damai. Sesi kelam cukup kelamnya hatiku ketika jauh dari kekasihku.

Ehem…..

Tempat pertama yang kutuju ketika sampai di Lampung tak lain dan tak diragukan lagi adalah Pelabuhan Bakauheni. Dari Pelabuhan Bakauheni aku dan ‘kawan-kawan’ segera menuju ”negeri di atas bukit”. Sungguh.

Pesanguan. Sebuah Pekon (Desa kalau di Jawa) yang berkecamatan di Pematang Sawa, Tanggamus. Perjalanan menuju Pesanguan jangan ditanyakan lagi menyenangkannya. Jalan tanah dan berbatu. Yang kala kemarau debunya menari ditiup sang bayu. Dan kala musim hujan, bagaikan mandi lumpur. Dua tanjakan yang mendebarkan bernama Tanjakan Bahar super gahar yang nyaris 90 derajat sudutnya, dan Tanjakan Penyantun yang sebenarnya tidak terlalu santun. Panjang, berkelok satu, bertanah kala kemarau, dan membuat kita mohon ampun jika musim hujan. Jangan ditanya licinnya pasca diguyur pipis awan. Bah! berdiripun susah!

Jpeg

Gunung Tanggamus dan Teluk Semaka. Pemandangan seperti di impian sejak SMA. Suatu tempat di atas tebing dengan lansekap gunung dan laut.

Kehidupan masyarakat Pesanguan bergantung pada tanaman kebun mereka, yaitu kopi, durian, jengkol, nanas, dan pete. Tak lupa ada kakao atau coklat. Beberapa orang memiliki pohon kemiri.

Tahukan kawan-kawan apakah gambar di atas?

Bolus kotoran gajah, yang berarti ada Gajah Sumatera disini.

Air, Sungai……… Air sumber kehidupan. See…. That’s why ada yang hidup disini.

Ya kupu-kupu. Ya bunga. Ya, Gajah. HarSum (Harimau Sumatera)

Akhirnya, aku ingin menutup tulisan nanggung ini. Pemanasan setelah sekian lama tidak menulis di blog yang acak-acakan ini.

Next…….. trip… next adventure….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s