Lama Tak Melanglang Buana

Entah, berapa lama sudah tak lagi menghirup aroma rumput basah di gunung tinggi. Atau asinnya udara pantai yang segera berganti dengan kulit gosong di siang hari.

Rasanya sangat rindu dan ingin segera bercumbu dengan kedamaian langka itu. Di hamparan padang rumput luas yang hanya ada canda riang atau tangis bersama dalam satu kesatuan nyata. Bukan berada di depan teknologi beserta kecanggihannya yang sekarang entah mengapa terasa seperti sesuatu yang mempesona dan mutlak. Yang tak mengikuti kecanggihannya dianggap manusia purba dan terpinggirkan dalam kehidupan nyata yang berkehidupan.

Entah berapa lama, sudah tak lagi mengakrabi hati-hati murni yang hanya bisa terjamah dan didalami lewat keharmonian alam dan keliaran gempita langit maha luas. Sepertinya, ada kehilangan akan kepekaan membaca pertanda alam semesta. Hingga akhirnya hanya disibukkan dengan pikiran-pikiran tentang perasaan manusia manusia belaka. Apa kabar tumbuhan dan hewan-hewan liar yang nyaris dilupakan?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s