Tak

Aku ingin mengusut ini.Tapi tak berani.

Mungkin memang tidak ada maksud lain selain sekedar menemani. Menemani, teman. Itu saja. Tapi tahukah? Jika mungkin ada yang tersakiti? Aku kah? Bukan. Jadi, jelaskan!

Semakin aku menguak tabir, jalannya semakin tertutup kabut.
Seperti melukis pada kanvas yang sudah terlukis. Apakah aku menodai karyamu, ataukah memperbaikinya? Ataukah……..

Ah, aku bisa menganggap semuanya biasa saja.
Baik-baik saja.
Andai yang tertanam di raga ini merasa baik.
Dia merasa lebih baik, nyatanya rasa sakit itu bukti bahwa dia masih layak berdegup dan memompa merah darah ke penjuru tubuh.

Memburu napas..
Memutar bola mata..
Mensirkulasi udara..

Membiarkanku memikirkanmu dalam heningku.
Bahkan ketika keceriaanmu melingkupiku.
Atau ketika diammu, mencengkram erat pikirku.
Membuatku terpuruk pada tanya, adakah salahku?

Bagaimana aku menyebutmu biasa?
Jika begitu banyak komplikasi menyatu ketika namamu menggema
Bagaimana bisa aku menyebutmu kau tak biasa?
Jika kadangkala, ada luka disana, jauh di dalam sana…….

Oh, Tuhan….
Apakah Kau begitu menyayangiku?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s