Dandaka Idea

Ndes, kamu Rama.

Ke Dandaka kita akan pergi. Hutan hijau dimana ada sungai yang menyucikan tanah bumi. Airnya segar menuruni bukit-bukit.

Di sana burung-burung berkicau merdu penuh damai dan suka. Tak cemas tak makan. Tak khawatir seperti saat kau berburu kijang kencana untukku.

Di Dandaka indah, ndes, iya kamu Rama. Aku tak menyesal pergi bersamamu ke hutan hijau indah ini. Pohon-pohon berkanopi lebar yang menaungi kita dari terik pancaran Batara Surya. Menyejukkan bersama hadirnya Batara Bayu.

Ndes, iya.. Kamulah Rama. Aku melihat kupu-kupu hilir mudik sibuk menghiasi jengkal alas rimba raya ini. Kepak mempesona itu, tak terlupakan. Aku sama sekali enggan menangkapnya. Entah mengapa aku terpikat ingin memiliki kijang kencana itu. yang kulitnya menyilaukan bak bertabur berlian dan mutiara laut.

Tak ada mahkota di kepalamu, Ndes. Tapi kau tetaplah Rama. Pangeran di hatiku. Penjaga hatiku. Dengan panahmu, melindungiku. Dan dada bidangmu perisai pelindung pengobat rindu. Bahkan Dandaka ini menjadikanmu rajanya. Menaungimu juga mendukung setiap gerak dan pikirmu.

Tak hanya kita berdua. Di sana ada juga, dia, Lesmana. Kita bertiga akan hidup bahagia walaupun di rimba raya. Kita mengecup kabut pagi yang merendah menyejukkan lumut-lumut di batang pepohonan. Kita menghangatkan diri pada api unggun yang jingga di malam yang gulita. Di Dandaka. Rimba raya yang menerima kita apa adanya. Bahkan tanpa kita bermahkota dan berbaju indah memukau seperti di istana.

Ndes, kamu Rama.
Kamu juga Lesmana.
Kamu juga Dandaka.

Biarpun aku bukanlah Sinta.

image012-copy1.jpg

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s