Terkiul-kiul

Baca buku Kitab Omong Kosong karangan Seno Gumira Ajidarma. Lalu muncul kata yang unik ini. Bukan promosi atau mau menulis resensi buku. Tapi, buku ini super asik. Keren!! Wajib baca!! hehe😀

kitab omong kosong

”Terkiul-kiul”

Hah? Apaan lagi ini? Tapi ini bukan bahasa gahulnya anak jaman sekarang. Kalau kamu suka membaca cerita-cerita pewayangan, kamu tentu tahu maksudnya.

Terkiul-kiul itu bisa diartikan tergila-gila, terkinthil-kinthil (apaan lagi ini?).

Misalnya, Rahwana yang terkiul-kiul pada Dewi Sinta. Hingga menculiknya dari Rama.

Misalnya, kamu yang terkiul-kiul pada gadis desa sebelah. Setiap malam terbayang wajah ayunya. Kulit kuningnya yang langsat dan bercahaya. Selalu saja semua tentang si kembang desa itu. Makan, minum, macul, angon bebek, ngguyang kebo, selalu dan selalu terbayang-bayang si kembang pujaan. Yap, kamu terkiul-kiul ternyata.

Atau kamu, mahasiswi baru yang terkiul-kiul pada kakak angkatan yang menyelamatkanmu saat diospek. Tiba-tiba kakak tampan yang menjadi pahlawan itu datang saat kamu mendadak mau pingsan. ”Wah, kakak ini, sudah tampan, rupawan, baik pula.” Lalu, kamu kenalan. Setelah ospek jadi sering BBM-an/Whatsapp/chat/kakaotalk/line sama si kakak tampan. Asiknya… Tapi, lho… kok Masih nggantung? Owh, cuma TTM-an ternyata. Padahal kamunya maunya lebih dari itu kan? Hayo ngaku…

Kamu terkiul-kiul. Iya! Kamu!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s