Jumat Sore

Kau bertanya, hari apa yang aku suka. Aku suka semua hari. Semuanya menyenangkan saat aku merasa senang. Semuanya menyesakkan saat aku merasa sesak.

Tapi, aku jatuh cinta pada satu hari. Yang biasanya dinanti-nanti. hari yang ingin aku lalui dengan luar biasa. Atau cukup dengan sederhana saja. Kau tau aku jatuh cinta pada Jumat sore.

Kau bertanya mengapa. Tentu karena itu hari tersantai dari sekian hari. Esoknya Sabtu, dan kemudian Minggu. Barulah Senin tiba. Senin yang seringkali membawa sindrom hari Senin. Bahkan aku yang nyaris tak terlalu terpengaruh dengan aktivitas manusiawi ini ikut terseret arus.

Namun, Jumat sore, bahkan jika itu sangatlah sibuk ataupun sesak dan menyeruakkan pilu. Aku tetap saja jatuh hati padanya. Tetap saja aku menantikannya.

Pernahkah kau menyukainya juga? Atau sekedar tak sabar menunggu datangnya? Hari Jumat sore itu. Sama seperti yang aku candukan.

Atau… Dalam harapku, mungkin kita bisa menyukainya bersama-sama.. Jumat sore yg mempesona. Lalu jatuh hati padanya. Menantikan kedatangannya. Dan kita bagai kafir yang memuja Jumat sore yang mempesona.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s