Sekejap

Sekilas.  Mereka saling menatap. Lalu sang gadis pergi berlalu. Berjalan menyusup, menyisip di sela antara almari dan pemuda. Pemuda nampaknya sangat sibuk, berbusa dengan kata. Si gadis diam, namun tak henti bergerak. Darah berdesir seirama jam pasir. Jantung berdegup menderap bagai kaki kuda yang terburu memburu. Kesal. Merasa lelah.

Mereka hanya bercakap singkat. Dengan bahasa yang entah. Lalu pergi melewati jalan sendiri-sendiri. Sebentar canda terbata. Tidakkah ada rasa ingin bersama?

Pergi. Menepi dalam sepi. Lalu mati hati.

Mencurahkan kesal pada apa? Melihat dan menyadari malam tetap berjalan. Dan di tiap pucuk kelam, berdiri bayang pemuda yang tak kunjung merasa. Tak peduli pada mata yang tak henti memandang hening.

Sekejap. Menatap. Bercakap. Lalu…..

August 17th 2013

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s