Pojok Taman

Daun itu terserak di pojok taman. Beberapa jam yang lalu, dia jatuh dari tangkai pohon rindang. Masih jua terdiam. Hanya angin yang akan menerpa.

Sepasang burung kutilang terbang, lalu hinggap di pohon rindang. Bercanda, berkicau mesra, menyanyikan kidung cinta. Diteduhkan oleh dedaunan hijau.

Daun gugur itu hanya bisa terdiam. Menatap. Mendengarkan. Kadang termenung dalam hampa. Dia membaca banyak tanda. Awan pikiran sepasang kutilang nampak nyata. Dia tersedak pada angan dan masa lalu saat hijaunya menaungi si kutilang saat sendiri.

Si kutilang yang sendiri begitu rapuh dan pilu. Bercerita sendu dan menyanyi dengan syahdu pada daun-daun.

Namun, daun gugur kini hanya bisa teronggok, tak sanggup lagi menaungi. Lagipula, si kutilang yang sendiri kini ceria dengan pujaannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s