Catatan 19/07/13, Aku Menua

Bulan Ramadhan tahun ini berbeda, karena ada tanggal khusus. Yap, 19 Juli. Pada tanggal itu, bundaku melahirkanku ke dunia, tepatnya di akta pada pukul 01.00 WIB. Tapi, tahun ini aku tidak di rumah merayakan bersama keluarga. Lagipula, tidak ada tradisi merayakan ulang tahun dalam keluargaku. Kami tidak membiasakannya. Karena setiap hari adalah baik dan patut disyukuri. Namun, tidak ada salahnya mengingat tanggal bersejarah itu bukan. Dan aku mengingatnya di Jogja.
Pagi setelah sahur, mata terasa mengantuk dan sayu. Seperti biasa, sebagai makhluk nocturnal aku belum tidur samapi sahur tiba. Padahal pk 09.00 WIB harus bertemu dosen di kampus. Bukan untuk membicarakan skripsi, tapi memang ada tugas menulis. Seharian di kampus ditemani kawan seperjuangan, keluarga di Matala, sahabat berbagi suka duka selama bertahun-tahun kuliah dan berpetualang bersama. Hingga buka puasa-pun masih bersama-sama. Alhamdulillah… Aku senang bisa mengingat ultahku dengan kebersamaan dengan keluargaku di Jogja.
Malam hari, masih di secretariat. Setelah berbincang ini-itu, mendengarkan curhat ini-itu, dan bertukar cerita ini-itu. Sahabatku yang baik hati mengirimkan pesan singkat. Intinya dia hendak meminjam sleeping bag dan kompas. Aku curiga. Karena terlalu tiba-tiba. Tapi bagaimana kalau ternyata dia butuh? Akhirnya akupun mengiyakan. Dia datang ke kampusku yang sunyi. Tak tega melihatnya jalan sendiri ke parkiran, dengan begitu tuning.nya aku mengantarkan. Dan…… dua oknum dengan kue dan lilin bersembunyi disana…
Aku terharu
Aku sendu
Terima kasih kawan…
Terima kasih Tuhan…
Buatku, hal semacam ini selalu mengharukan. Bahwa aku tahu ada yang peduli padaku. Bahwa aku tahu, aku tidak sendiri di Jogja sini. Rainbow Cake warna-warni beratahari yang tersenyum dan 3 lilin [hijau dan kuning]… Aku terharu… Tidak sia-sia aku ke Jogja. Meskipun aku mengira sia-sia karena banyak yang meninggalkan Jogja, kembali ke kampung halaman. Rasa senang dan syukur itu hanya bisa dirasakan saja, aku tidak bisa menuliskannya dengan kata-kata.
Lalu aku bertanya. Apakah semakin tua umurku aku bahagia atau sedih? Aku bersyukur, Tuhan mengijinkanku memeluk usiaku. Aku tidak tahu, apakah aku semakin dewasa dengan menuanya usia? Tapi ada keresahan di dalam pikiranku. Aku belum juga lulus. Aku masih mahasiswa S1. Aku terlalu lama dan lamban. Aku seorang koboi kampus-wanita. Dan aku kembali bersyukur. Mungkin memang ini jalanku. Entah apa yang terjadi jika aku tidak disini.
Alhamdulillah… Terima kasih Ya Rabb… Kumohon, cintailah mereka yang aku cintai. Kumohon, cintailah mereka yang mencintaiku. Kumohon, sayangilah mereka yang aku sayangi. Kumohon, sayangilah mereka yang menyayangiku. Entah mereka yang bernapas dan bernyawa. Entah mereka yang selalu bertasbih pada-Mu. Aaamiiiinnn…..
73340_10153003302765405_2124013988_n

988673_10200385303104299_1816364080_n

lovely rainbow cake

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s