Black Alien, Si DIGNITY Velocity yang kupanggil Jatayu

Pagi datang, hari itu benar-benar harus siap dan bergegas. Sekian lama memendam keinginan memiliki sepeda baiknya segera diwujudkan. Meskipun masih menyesuaikan diri di Jogja setelah pulang kampung selama 2 minggu lebih. Dan biasanya rasa malas bertindak ini-itu terlalu lama hinggap. Motivasi untuk bisa berputar-putar sesuka hati tanpa menambah polusi adalah satu resolusi lama yang selalu diperbarui. Yap, tepat.. Kata-kata ini melantur belaka. Hanya untuk pembuka. Tapi mungkin tak perlu ada. Sayangnya sangat sayang jika tidak diikutsertakan dalam tulisan ngaco ini. Ehm, tidak, ini bukan sepenuhnya asal-asalan. Mungkin akan sedikit hiperbola, tapi ini nyata.

Selama di kampung halaman, aku bernegosiasi dan mencari info tentang sepeda bekas. Yap, dapat. Seorang teman, memiliki teman yang hendak menjual sepedanya. Dan kami pikir, kami akan segera menjumpainya untuk melihat barang dan bernegosiasi tentang harga dan lain lainnya.

– Sudah di Jogja

Pagi itu langsung berangkat bersama temanku ke pasar sepeda Tunjungsari atau namanya Japer. Begitu sampai, temanku dikira paklik-ku. Hahaha… entah aku yang Nampak muda, atau dia yang Nampak tua. Melihat-lihat sepeda disana. Mencoba satu sepeda merk F. Okesip, rekomendasi temanku, sepeda itu lumayan lah. Bapak-bapak yang jual sepeda juga ramah dan baik. Sesekali muncul tawa dan canda. Tapi kami tidak langsung membelinya. Setelah melihat-lihat, akhirnya kami pergi dari situ untuk sekedar melihat-lihat di tempat lain.

Menelusuri jalan Jogja di pagi yang cukup terik. Sarapanpun sekedarnya, sereal. Semoga kuat. Hehehe… Tak lama kemudian, sampailah kami di GAPPSTA. Pasar sepeda juga. Disinipun ada beberapa penjual, hamper sama seperti di Tunjungsari. Hanya saja di GAPPSTA ini lebih seperti di halaman rumah sendiri. Akhirnya melihat-lihat lagi disana. Disambut dan didampingi bapak yang tak berhenti tersenyum. Alhamdulillah, Jogja berhati nyaman dan istimewaaaaaa…
Aku tidak tahu, sepeda seperti apa yang bisa diacungi jempol. Maksudku, sepeda bekas dengan onderdil bagus dan sedikit klasik. Maka dari itu, aku hanya menurutnya saja. Dia membanding-bandingkan. Melihat ini-itunya yang aku tak paham. Memastikan posisi struktur dan lain sebagainya. dan rekomendasinya: Dignity Velocity, bekas tapi not bad. Hanya stang agak bengkok dan cat sedikit terkelupas. Warnanyapun kusam, wajar saja karena memang belum dibengkelkan, belum disalonkan.

Tawar-menawar terjadi antara aku dan bapak penjualnya. Dan akhirnya sepakat. Dapat remisi [macam hukuman] 30ribu dari bapak penjual. Alhamdulillah, lumayan lah ya. Kuitansi ditulis, sejumlah uang dibayarkan. Dan kami bawa pulang sepeda itu. Bagaimana caranya? Ya dibawa. Naik motor, lalu sepedanya semi-dipangku. Oh men, ternyata berat dan cukup pegal. Muka cemong-cemong karena oli. Dan sempat terbentur pula sepedanya, hingga mukaku kebentur. Oh men, itu sakit.

Sampai di dekat kampus Filsafat UGM, aku memutuskan untuk memancal sepeda itu sampai kosan. Sedangkan temanku kembali ke rumah untuk mengambil peralatan perbaikan sepeda yang kata dia ‘’sederhana’’. Dan memang begitu adanya. Peralatan dasar.

Mancal dari Filsafat sampai kosan itu nyaris membuatku pingsan. Kepala kliyengan tak karuan. Dan langsung saja aku makan buah dan minum. Sebelum mata makin berkunang-kunang. Sepedanya dikayuh ngebut kok berat banget? Wajar, karena masih kotor. Setelah dhuhur, kami membersihkan dan menyetel sepeda. Lalu makan. Selesai…
Malamnya, adalah sesi foto-foto di Balairung UGM. Maksudku, sepedaku difoto. Aeh, Jatayu.. selamat datang. Semoga hadirmu bermanfaat untukku. Sungguh, aku hanya akan memanfaatkanmu dan merawatmu.

Dignity Velocity

Dignity Velocity

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s