2012-ku, Tertinggal, atau Aku Lanjutkan di Tahun Berikutnya?

Banyak orang yang mengucapkan selamat tinggal pada 2012. Aku tidak mau. Meskipun memang aku tak akan bertemu dengan tahun 2012 lagi. Ah, kata siapa? Aku masih bisa menjumpainya. Dalam setiap foto-foto yang berbicara akan memori indah. Dalam setiap cerita-cerita ceria maupun duka. Pada status facebook maupun ocehan twitter. Di setiap lekuk otakku, otakmu, dan otak mereka. Dalam sejarah kehidupan kita. Karena setiap memori itulah, aku tak mau mengucapkan selamat tinggal.

Aku memutuskan untuk melanjutkan hidupku. Aku tak harus meninggalkannya seiring bergantinya kalender masehi. Aku melanjutkan meraih cita-citaku. Aku melanjutkan skripsiku, yang sudah tentu harus aku selesaikan. Aku melanjutkan mimpi-mimpiku tentang duniaku sendiri. Aku melanjutkannya, dan bercermin lewat tahun-tahun yang lalu. Hanya sekedar mengingatkan, bahwasanya aku pernah gagal. Sehingga sekarang hidupku harus lebih baik dan bersemangat.

Seorang kawan pernah bertanya padaku, mengapa tidak sejak dulu aku lulus. Mengapa tidak sejak dulu aku bersemangat. Mengapa? Mengapa? Mengapa? Tidak sejak dulu.

Well, bagaimana aku bisa tahu? Sejak dulu aku bersemangat, namun nyatanya semangatku yang sejak dulu itu tidak cukup. Sejak dulu aku sudah lulus. Lulus SD, lulus SMP, lulus SMA. Dan sebenarnya aku masih tidak bisa menjawab, mengapa tidak sejak dulu itu. Itu sama saja menanyakan kepada Tuhan, mengapa tidak sejak dulu aku mengenalmu, kawan. Yap, semua terjadi di waktu yang tepat. Mungkin itu belum saatku, namun sudah menjadi saatmu. Bagiku, itu adil. Hidup itu bagaikan pendakian. Bukan tentang puncaknya, tapi tentang pendakiannya. Jika seseorang pernah berkata padaku bahwa proses itu tak akan berarti tanpa hasil. Bagiku pendakian dalam hidup pun bukan sekedar proses, ada hasil di dalamnya, jika mau lebih jeli dan teliti tentunya. Di dalam proses itu ada hasil.

Selamat datang 2013, meskipun tahun berganti, ada hal-hal yang tak bisa tergantikan. Dan, jalani saja.. Nikmati saja.. Syukuri semua kesempatan ini. Kesempatan menghirup udara pagi, kesempatan merasakan detak jantung, kesempatan tersenyum… Kesempatan meraih cita-cita dan mewujudkan mimpi, kesempatan mendaki dan berpetualang dalam kehidupan…

batik

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s