Bolehkah Aku???

Bolehkah aku? Bolehkah aku membasahi pipi ini, meskipun ini bukan tentang dosa?

Bolehkah aku sendu dalam dinginnya hati, meskipun ini bukan tentang doa?

Bolehkah aku? Hanya sekedar berteriak dan menangis tanpa alasan meskipun alasannya begitu jelas?

Bolehkah aku? Ya Tuhan, bolehkah?

Ini bukan tentang rasa tak bersyukur. Ini bukan tentang aku tak peduli akan kuasa-Mu.

Aku hanya ingin melegakannya saja. Bolehkah aku?

Bolehkah aku mengharapkan hadir mereka disini sekedar untuk menghiburku dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja?

Sebagaimana saat aku terluka atau tersandung batu, di masa lalu, ketika aku masih tak mengerti apa itu cinta.

Bolehkah aku merasa kecewa? Bahkan pada orang-orang asing yang bertulis ”sahabat” di otakku?

Bolehkah aku mengharapkan sosoknya? Yang juga manusia biasa, yang juga tak sedarah denganku.

Aku ingin dia disini, hadir dan mencandaiku hingga aku lupa segala masalah sedih ini.

Meskipun itu semu. Dan hanya gurauan tak perlu.

Bolehkah hatiku pilu? Dalam remuknya yang sudah dari dulu. Dalam hitamnya yang ternoda oleh usangnya waktu?

Bolehkah aku lari dan pergi? Meninggalkan semua ini dan bernyanyi lepas?

Seolah semuanya tak pernah terjadi…

Seolah mereka tak pernah hadir dalam hidup bahkan mimpi…

Bolehkah aku menyerah? Bolehkah aku putus asa?

Jika semua ini begitu membuat depresi, tolonglah hati ini.

Selamatkanlah kewarasan yang tersisa ini.

Bolehkah aku?

Bolehkah aku menangis? Menggenangi diri dalam abu-abunya. Menghilangkan cahaya keemasan dan membiaskan menjadi spektrum warna indah pelangi?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s