Stagnant Softly

Ini stagnan dan lembut, berada pada fase ini selama ini

Ini stagnan, seolah berada di zona gelap

dan aku adalah makhluk gua, aku troglobion

Ini lembut, aku duduk merenung dan merencanakan

Masa depan yang kugapai-gapai dalam awan yang berarak

Masa lalu yang tetap membayangi bagai cerminan retak

 

Ini stagnan, aku diam

Ini lembut, aku takut

Dalam ketidakjelasan yang tidak bergerak

entah akan menuju kemana kereta senja yang terbang di atas permukaan

seperti burung yang enggan kembali ke sarang

seperti air laut yang tak mau lagi berasa asin

 

Ini stagnan, dalam kabut dan malam

Ini lembut, dalam teriknya mentari pagi nan murung

Ada apa dengan kepala-kepala yang bimbang

Ada apa dengan persaudaraan dan kasih sayang

Semua jalan di tempat

Tak membaik, dan memburuk

Enyahkan segala tradisi damai cinta yang indah

Munculkan dan terbitkan kegusaran dalam pusaran

Pusaran dalam tak bertepi yang mati rasa

Membuatku kaku, lalu mati

Ini stagnan, Ini lembut

Ini stagnan dan terlalu merenggut

Jalanan tak pasti dan panjang

Jalanan berkerikil lepas tak bertuan

Yang akan dimiliki suatu hari nanti

Lalu kita adalah manusia yang terhempas dan pergi

Pergi dari bumi manusia yang tak lagi ramah

Dan,

Ini stagnan, ini lembut.

Aku stagnan dengan lembutnya

dalam kelembutan ketetapan tanpa makna abadi yang entahlah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s