Kosakata Baru : Enumerator

‘’Mbak, enumerator ki opo?’’ Tanya seorang kawan kepada seorang mbak yang berada di dekatku.

‘’Enumerator ki yo wong sek njupuk data lapangan, koyo misale aku njupukke data si A tentang aves ,’’ jawab si embak itu.

Aku mengangguk pasti. Mengerti. Dan tersenyum. Saat itulah aku mengerti apa itu enumerator. Dan sebenarnya, saat itu juga aku baru sadar, itu kosakata baru untukku. Enumerator, bukan surveyor. Hohohoho…

Ternyata payah juga perbendaharaan kosakata-ku. Sudah setua ini, baru tahu apa itu enumerator. Dan itu karena ketidaksengajaan. Hahaha.. Betapa oh betapa..

Menjadi enumerator itu cukup menyenangkan. Tanpa imbalan berupa uang pun sudah menyenangkan. Apalagi mendapatkan uang lelah. Sungguh, itu Alhamdulillah.. Beberapa kali, awalnya hanya ingin ikut meramaikan dan senang-senang di lapangan. Ya meskipun namanya membantu-bersenang-senang, tetap bisa diandalkan lah. Kondisional, mau serius ayo, mau total hura-hura juga ayo. Namun, beberapa kali itu adalah menjadi agak serius. Bukan agak-serius, tapi bertanggungjawab terhadap apa yang dikerjakan. Pengalamannya masih tetap keren dan menyenangkan. Malah lebihnya banyak. hehehe.. aku ngomong apa sih ini? geje banget dah..

Pengalaman menyenangkan adalah ketika bisa menjalani hal-hal baru bersama orang-orang baru. Kemudian mengenal beberapa orang baru lagi. Sebenarnya tak masalah tentang lama atau baru. Selama itu melakukan sesuatu yang berguna, pasti akan berkesan.

Kulit ini gosong.

Warnanya tak merata.

Badan ini penuh keringat dan peluh.

Aroma khasnya membahana.

Tapi semua itu tak akan menjadi masalah yang berarti ketika kita menjalani dengan senang hati pengalaman di balik semuanya.

Kembali ke enumerator. Hanya saja, aku membatasi agar tidak terlalu asyik menjadi itu. Karena bisa jadi, kewajibanku terlupakan. Inipun sudah terbengkalai. Meskipun aku yakin tak ada yang sia-sia. Bahkan partnerku-pun menasehatiku untuk tetap semangat menyelesaikan tugas suci ini. Hehehe… Jadi, bersenang-senang itu banyak sambilannya. Apapun kalau dikerjakan dengan senang pastinya akan bermanfaat, Insya Allah..

Setidaknya menjadi enumerator untuk penelitian sendiri juga perlu dan penting. Jadi kapankah itu?? Entah.. ^_^ secepatnya lah..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s