Sensasi Nonton Konser, atau Bernostalgia??—SO7

Seumur-umur, di umur kepala 2 aku baru bisa nonton konser music yang berbayar. Kalau nonton sendratari atau music free itu sudah biasa. Tapi kalau ada adegan antri beli tiket dan antri masuk itu baru sekali ini.

Sheila On 7, pertama kenal waktu masih SD. Lagu-lagunya memang asik. Sampai suatu saat, aku pengen banget bisa nonton konser mereka. Lagu-lagunya hafal semua deh yang di album Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Yang sebelumnya hanya beberapa lagu yang hafal dan tahu.

Namun, seiring bertambahnya umur, kengefans-anku tak lagi seheboh ketika masih SD. SMP mulai suka Linkin Park, dan SMA mulai deh suka Green Day juga MUSE. Sekarang bertahan ngefans berat sama MUSE. Udah deh, pokoknya MUSE aja yang nomero UNO. Meskipun sebagai fans, aku bukan golongan addict yang sampe bela-belain beli macem2nya dan nonton konser. Masih berpikir lah untuk ngeluarin uang banyak. Tapi aku punya koleksi album MUSE yang asli alias ga bajakan. Kaset pita. Hahahaha… Biarpun kaset pita yang entah jaman sekarang masih ada tape recorder buat muternya atau ga, tapi tetep bangga.. ASELI, bukan bajakan.

Belakangan penasaran sama yang namanya nonton konser. Satu-satunya konser yang pengen aku tonton ya MUSE aja, cukup, titik. Tapi, ajakan dari salah satu temanku membuatku bergeser. ‘’Ayo, kita nonton Sheila,’’ begitu katanya.

Yap, akupun teringat masa-masa SD saat aku begitu ingiiiiiiiiiiiiiiin nonton SO7. Meskipun saat kuliah pernah sekali ketemu vokalisnya, Duta. Tapi aku anggap sensasinya akan berbeda antara ketemu di Sup***do ketika dia berbelanja dengan disaat dia nyanyi pas konser. Dan ya, aku nonton konser SO7. Konser band berbayar pertama yang aku tonton, Sheila On 7.

Akhirnya malam itu, tertanggal 21 Oktober 2012, disela-sela kegundahan hati mengerjakan dan menyelesaikan skripsi.

Tersiar kabar bahwasanya ada musisi termahsyur dari negeri asing yang akan membagikan mantra perdamaian dan nostalgia lewat pesta kerajaan. Empat pendekar dengan dua kuda menuju kastil kerajaan tetangga. Ternyata pintu gerbang kerajaan penuh sesak dengan manusia dan kuda yang hendak menghadiri pesta. Dua orang turun dari kuda, dua lainnya menjaga kuda untuk masuk. Dua pendekar wanita yang perkasa menerobos kerumunan. Menuju gerbang kerajaan, dan bertanya pada penjaga untuk bisa memasuki istana.

Kekecewaan terbesit. Penjaga istana berkata bahwasanya sementara gerbang istana ditutup. Menunggu kepastian apakah akan diperbolehkan masuk lagi para rakyat yang hendak menyaksikan megahnya pesta. Nyatanya, 4 pendekar harus menunggu. Dalam kegundahan rakyat yang menunggu dan mengantri di pintu ijin penjaga (loket tiket), 3 pendekar ditegur seorang malaikat tak bersayap. ‘’Pendekar, saya bisa membantu anda, tapi hanya ada 3,’’ katanya. Tiga pendekar berunding dan sepakat menerimanya. Sementara satu pendekar memang sudah sedari tadi berjuang dalam barisan kerumunan.

Empat pendekar berhasil mendapatkan ijin. Lalu  segera menuju gerbang istana yang sudah diluapi manusia. Masih harus menunggu. Sampai akhirnya gerbang istana dibuka. 4 pendekar diperiksa lalu masuk.

Hahahahaha…

Acara memang sudah dimulai. MC sudah bercuap2 sambil sesekali berkomik ria. Muncullah nama band-band yang masih asing di telingaku, Medium, Everlong, de el el..

Kami bertanya, MANA SHEILA ON 7???

Jrrreeeennnngggggggg….

Muncullah mereka…

Terbawalah aku dalam lautan hysteria penonton. Aku yang tadinya merasa biasa2 sajapun ikut meluapkan hysteria. Aku hanya ingin menjadikan momen ini sehisteris mungkin, biarlah agak lebay, asalkan bisa berteriak sepuasnya dan berjingkrak2. Hahahaha

Dari sekitar 10 lagu yang dibawakan, beberapa aku tidak tahu sama sekali. Tapi apapun itu, 3 lagu kesukaanku dinyanyikan,

DAN

KITA

SEBUAH KISAH KLASIK

Rasanya sangat pas mendengarkan dan menyanyikan lagu itu bersama penyanyinya langsung dan teman-teman yang notabene, kemungkinan kami untuk menggila bersama tidaklah lama lagi. Sebagian dari kami sudah lulus, sebagian dari kami sebentar lagi lulus. Lalu kami akan menjalani fase kehidupan yang selanjutnya.

“Dan, pabila esok, akan kembali seperti sedia kala….”

“Disaat kita bersama, diwaktu kita tertawa menangis merenung oleh cinta…”

“Sampai jumpa kawanku, smoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan….”

Selalu terbesit haru saat menyanyikan penggalan2 lagu itu, Kisah Klasik. Ya Tuhan, janganlah persahabatan ini using meskipun kami menua dan berpisah jauh..

Pink Ticket Festival,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s