Sekelumit Cerita bersama Burung-burung di Pulau Bunga (Flores)

Flores, dari Jawa aku menuju Flores. Perjalanan darat dan laut telah aku tempuh. Tak menyesal. Meskipun cukup lama jika melalui darat dan laut. Tapi dalam hal menikmati keindahan alam, tentunya akan lebih berkesan.

Dari Jawa, menuju ke Bali. Lalu melintasi Lombok dan Sumbawa. Dan sampilah di Flores.

New-species list burung :
1. Ptilinopus melanospila

Burung ini mudah sekali dijumpai. Biasanya berkelompok mencari makan di pohon Ficus sp. yang kebetulan saat itu sedang berbuah lebat.Pada satu kelompok, bisa mencapai 10 ekor lebih. Kadang dijumpai bersamaan dengan spesies lainnya.

2. Caridonax fulgidus

Burung dari Ordo Coraciiformes ini juga sangat mudah dijumpai. Tidak terlalu ‘takut’ dengan kehadiran manusia. Sambil mandipun aku bisa mengamatinya. Karena kamar mandinya setengah terbuka.

3. Dicrurus densus

Pertama kali melihat si sri aku terpukau, heboh.. Melihatnya di depan rumah saja. Keesokan harinya, aku sudah terbiasa. Cukup duduk di depan rumah pada pagi hari, dan si sri akan terbang kian kemari di halaman rumah. Ekornya itu lho…

4. Nectarinia solaris

Solaris. Berasal dari kata solar yang artinya matahari. Burung madu yang satu ini tampak mencolok dan menawan hati dan mata. Warna oranye/jingganya yang menyilaukan saat diterpa matahari pagi sangat memanjakan mata. Rasanya tidak pernah bosan memandangnya. Dan, burung ini sangat mudah dijumpai di depan rumah.Kalau sudah lihat yang jantan, biasanya akan melihat yang betina juga. Mungkin tidak berada pada satu pohon, tapi cukup berdekatan.

5. Zosterops wallacei

Paling sering menjumpai burung ini saat perjalanan menuju Wakar atau Dasak ataupun Taal. Biasanya hinggap-terbang pada semak-semak Eupathorium sp. atau Lantana sp. Berkelompok.

6.Merops philiphinus dan Merops ornatus

Kedua Kirik-kirik ini bisa dijumpai di sekitar danau Sano Nggoang. Spot paling menyenangkan untuk mengamati adalah di saung pinggir danau di dekat Paroki. Perilaku paling menyenangkan untuk diamati adalah ketika hinggap, terbang sambil menangkap serangga, hinggap sambil makan serangga (di tempat hinggap tadi), terbang lagi..

7. Terpsiphone paradisi

Burung ini masih membuat saya terpana setiap melihat sampai KKN berakhir. 2 bulan dan tidak bosan memandanginya. Burung ini memiliki dimorfisme seksual. Baik jantan maupun betina keduanya sangat indah dan menawan. Jarak terdekat sekitar 2 meter. Burung jantan lebih udah diamati karena lebih mencolok. Berwarna putih dengan ekor yang panjang.

8. Philemon buceroides

Orang Wae Sano menyebutnya ”kokak”. Memang suaranya seperti ”kokak-kokak”. Burung ini sangat ramai jika bersuara dan seringkali saya menjumpainya dalam kelompok.

9. Pachycephala pectoralis

Burung ini pertama saya jumpai di dekat Kantor Desa Nunang juga.

10. Hypothymis azurea

Saya lupa pastinya. Tapi kalau tidak salah ingat di pohon atau semak tepian danau Sano Nggoang-lah pertama kali melihat burung ini. Sepasang, dan nampaknya mereka sedang bersarang. Apa iyaya?

11. Urosphena subulata

Pertama lihat ragu. Dan burung yang satu ini menurut saya sangat pemalu. Melihatnya saja adalah kebetulan tak terduga. Hanya sempat sekali melihat. Setelah itu tak pernah lagi. Sayang sekali.

12. Haliastur indus

Dimana aku melihatnya? Di depan kantor desa lagi. Pyyyuuhhh… What a spot!! Pas lihat, ini burung sedang soaring. Dan makin lama makin tinggi dan makin tinggi. Asik kan?

13. Accipiter novaeholandiae

Burung yang satu ini juga membuatku menganga. Aku pertama melihat di depan kantor desa. Dia cukup lama bertengger pada dahan pohon. Tempat bertenggernya dahan yang tidak ada daunnya.

14. Megapodius reinwardt

Kalau pada siang itu aku dan kawan-kawan tidak menyalahi jadwal pembuatan laporan, mungkin aku tidak akan pernah melihat burung Gosong Kaki-Merah ini. Yap, pada suatu siang yang malas. Kami berjalan-jalan menuju mata air. Dan sangat beruntung karena bisa melihat burung ini. Mereka berkelompok dan bisa dikatakan sangat terganggu dengan kehadiran kami. Sayang, tak dapat fotonya.

15. Zoothera dohertyi

Aku sangat tidak menyangka. Bahkan jalan-jalan iseng dan biasa bisa menambah list burung sampai seperti ini. Burung ini cuma aku temui sekali dalam jangka waktu sekitar 1,5 bulan itu. Dan aku melihatnya sendirian. Sama seperti saat aku melihatnya, aku juga sedang sendirian.

16. Corvus florensis

Terlihat saat berada di pucuk pohon mati. Suaranya mirip bayi menangis *menurutku. Aku melihat dari jendela ruang makan. Kalau tidak salah ingat, saat itu aku sedang sarapan.

17. Anas superciliosa

Teman berbagi keramaian saat perjalanan menuju Wakar atau Taal. Dan juga teman bercanda saat pulang menuju Nunang. Terlihat berkelompok di danau. Aku jadi ingat pertanyaan Frater Arnold ”Enu, itik di danau itu banyak sekali. Tapi saya tidak pernah melihat sarang mereka. Memangnya mereka bersarang dimana, ya?” Aku menjawab. Tapi karena hanya spekulasi jadi jawabanku tidak aku tulis disini.

Aku yakin masih banyak yang aku jumpai tapi tak bisa teridentifikasi dengan baik. Tapi, spesies-spesies di atas Insya Allah saya identifikasi dengan baik dan benar. Memang sayangnya tidak punya bukti otentik berupa foto. Maafkanlah sobat, aku tak ada harta untuk sebuah kamera DSLR (curhat). Jadi demikianlah. Belum berakhir curhatku. Jadi kita akan bertemu lagi di new list spesies recordku…

Salam lestari, salam olahraga!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s