Berikan Tempat Dudukmu

Siang itu cukup panas dan melelahkan. Orang-orang berdesakan dalam satu benda yang bernama bus ekonomi antar kota. Aku dengan enak masih bisa duduk dan sesekali bersandar dengan nyaman. Tapi tidak bagi mereka yang berdiri di antara tempat duduk. Tua-muda, wanita-pria semua ada di situ. Entah dari mana mau kemana. Seorang nenek yang naik dari pasar. Aku tidak terlalu peduli saat dia bersandar di dekat tempat dudukku. Aku sedang memperhatikan seorang nenek lain dengan cucunya. Dan sebenarnya aku menunggu. Ada seorang pria yang tiba-tiba berdiri dan menawarkan tempat duduknya untuk nenek dan cucunya. Ternyata tidak. Wanita di depanku menawarkan untuk memangku si cucu. Entahlah, aku merasa lega saat itu. Dan aku teringat saat aku memangku anak kecil entah siapa saat dari Bromo.

Barisan orang-orang yang berdiri semakin ke depan. Dan nenek yang bersandar di dekat tempat dudukku itu sekarang tepat di depanku. Persis di depanku. Seketika aku merasa sangat lemah. Aku benci perasaan ini. Saat aku merasa sebagai wanita lemah. Duduk santai dan acuh sementara nenek ini berdiri? Lihat saja. Aku muda dan kuat. Aku teringat nenekku. Aku menunggu. Mungkin ada seorang pria yang akan menaarkan tempat duduknya. Mungkin pria di sampingku. Aku menunggu. Dan aku tak sabar.

Aku, dengan ragu mencolek nenek tua. Mengapa aku ragu? Aku takut dibilang ‘sok’. Aku takut nenek tua menolak. Aku tawarkan tempat dudukku. Nenek itu berterima kasih dan sangat senang. Beliau mendoakan kebaikan kepadaku. Entah, tapi aku mengamini saja dan lega. Aku senang karena nenek tua itu tidak menolakku. Aku senang karena nenek tua itu senang. Perasaan itu menyenangkan. Apalagi aku terbebas dari perasaan bersalah yang pasti muncul jika aku membiarkan nenek itu tetap berdiri di sana.

Yang ingin aku katakan sebenarnya adalah lakukan jika kau bisa melakukannya. Tidak usah menunggu orang lain melakukannya terlebih dahulu. Dan juga, jangan takut salah, jangan takut ditolak. Niat baik itu akan dibalas dengan hal baik pula.

Tak lama kemudian, aku dapat tempat duduk lagi. Lihatlah, indah bukan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s