Bercermin pada Diri

Melihat diri.

Aku menatap tajam mata yang berbalik menatap mataku tajam.

Menusuk.

Beribu tanya dalam tatapan.

Berjuta kisah dan rahasia.

Apakah yang kunantikan?

Bertanya pada sepasang tatapan itu?

Lihatlah aku, aku seorang wanita.

Kedua orang tuaku menyayangiku.

Adikku tidak bertingkah acuh padaku.

Sahabat-sahabatku bisa mengerti aku.

Apa yang dititipkan-Nya padaku adalah indah.

Kesulitan yang diberikan padaku-pun hanya sementara.

Tak ada yang abadi bagiku.

Tanpa terkecuali kesulitan.

Bercerminlah pada diri ini.

Bukankah anugerah terindah adalah dilahirkan?

Bukankah hidup ini indah jika bermakna?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s