Nge-Raminten, Untuk Sesuap Memori Power Rangers

‘’Laaaappppaaaaaaarrrrrrr’’

Kira-kira begitulah bunyi perut kami setelah seharian menjadi tim sukses sobat2 yang sedang pendadaran. Yap, bukan hanya tim sukses, yang empunya gawe tak kalah laparnya. Meskipun 4 kotak brownies sudah jadi pelengkap untuk menemani para tim sukses. Dan mereka yang ujian tentu saja lebih lapar arena tidak bisa seenak hati makan seperti kami. Jelas saja, nyaris 2 jam di dalam ruangan layaknya disidang oleh 3 orang dosen? Apalagi ruangannya panas meskipun sudah ada kipas angin. Apa? Kipas angin? Ya, syukuri saja, daripada tidak ada sama sekali. Toh tidak membuat ozon bolong-bolong, tapi tetap saja menghabiskan cadangan minyak bumi. Hahaha..

‘’Makan dimana nih?’’ Tanya salah satu dari kami. Biasanya kami membutuhkan waktu yang cukup lama jika menyangkut ‘mau makan dimana.’ Dan sekarangpun sama saja, hanya agak sedikit lebih cepat lah.

‘’Raminten yuk!!’’ ajak Niphul. “Bentar aku cek duitku dulu,” tambahnya.

‘’Ha?? Masak Raminten??’’ tanyaku ragu sambil menghitung2 uang di dompet, maklum biasanya di burjoan. “Yaudah, gapapa deh..’’ batinku berkata pula –belum pernah juga kesana, hehehe–

‘’Raminten ya??’’ yang lain bertanya sambil berpikir. ‘’Oke, ayo…” tambahnya setuju.

‘’Eh? Ayo ayo ayo.. mau deh..” yang lain langsung menyetujui.

*Macem2 ekspresi dan pikiran saat menyebutkan kata Raminten*

Tak berapa lama kemudian, kami ber-6 berangkat ke Raminten. Power Rangers ini naik motor turbo dengan senjata invisible di dekat spion dan semacam bom HCl yang disimpan di dalam perut (sederhananya : kelaparan). Oke, ini bukan tentang harga makanan atau minuman. Ini tentang tempat asik buat ngobrol dan sedikit memori indah. –Semester tua itu semacam memuncukan ketakutan untuk berpisah dengan sobat kuliah dan ke lapangan sambil jungkir balik—

*Akhirnya aku makan di sini juga*

Begitu masuk, ada satu aroma yang mengingatkanku pada salah satu temanku yang sudah kembali ke Medan, sebut saja Angel Eater(selanjutnya akan disebut AE). Aroma apakah itu? Dupa… Yupss.. Bagaimana bisa aroma dupa mengingatkanku pada AE? Karena dialah yang suka membakar dupa di secretariat hingga secretariat yang memang sudah nampak suram (gara2 penghuninya suka memakai baju hitam) jadi bernuansa mistis (lengkap, kami jadi semacam dukun dengan baju hitam dan aroma dupa). Selain aroma dupa, ada bunga2 mawar, de el el yang rodo nyleneh. But it’s okay. Aku suka konsepnya, unik dan nyleneh. Itu baik dan berkarakter, endemic lah. Lalu muncullah pramusaji dan pramusaja. Pramusajinya memakai kostum kemben plus tapih batik dan bunga di rambut yang disanggul. Aku menjamin aku tidak akan pernah lolos pendaftaran sebagai pramusaji di tempat ini.  Lalu, pramusaja dengan bertapih kain batik, kaos putih pendek dan semacam bolero hitam mirip punya Ki Semar pas badannya keemasan (kalo badannya pas hitam, Ki Semar tidak memakai bolero, aduhhhhh aku lali jenenge opo). Kesimpulannya : Ini tempat yang menarik plus-plus, untuk cuci mata juga lumayan.

Nama-nama makanan dan minumannya juga unik2 : cundhuk raminten, susu soklat lembut (duh, bener gay a?), de el el.. lupa namanya, hehe… ada nasi uduk juga, nasi goring, sate-sate khas angkringan juga ada. Bukan Cuma nama yang unik, penyajian juga unik. Gelasnya bentuknya sangat berseni, hehe.. Piring untuk nasi goreng lebarnya saja seperti lapangan futsalnya singa laut.

Setelah memesan makan dan minum, kamipun menyantapnya sambil icip2 ga jelas. One for all, all for one pokokmen. Lalu…. Foto2.. itu pasti kawan. Rugi kalo ga foto dah…. Makanan habis, minuman yang notabene lebih mengenyangkan atau mengembungkan juga sudah habis, foto-foto sudah, ngobrol sudah. Waktunya pulang…..


Hahaha… cerita ini memang agak aneh, karena ditulis di waktu yang sangat aneh. Intinya ya : Akhirnya ke Raminten juga sama sobat-sobatku tersayang ini. Ah, tiba-tiba sedih. Tidak sampai setahun, kami akan menuju jalan kami masing-masing meniti karir, atau apapun itu.

Good Luck For Us and I’ll always miss you guys…

Yang mau mampir, alamatnya (ada 3 cabang):

1. kotabaru Jl. FM. Noto no. 7

2. jalan kaliurang

3. atas Mirota batik malioboro.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s