Zagra Song

Saat matahari hampir terbit lagi

Dan burung-burung akan menyanyikan lagu sendu

Saat itu, mungkin aku terlambat menyadari

Aku hanya sebatas makhluk hidup

Tak memiliki kendali atas segala

Dan juga usia

Aku mungkin terlambat mengetahui

Banyak hal yang aku sia-siakan selama ini

Atau aku berbuat yang tak berarti

Saat rembulan tersenyum cerah

Setelah mendung serta-merta menghilang dari pandangnya

Mungkin dia merasa sombong karena kecantikannya

Mungkinkah saat itu aku akan menyesali

Betapa akupun tinggi hati

Bahwa aku seolah-olah menjalaninya sendiri

Pada kenyataannya

Bunga-bunga itu kemudian layu

Digantikan oleh bunga-bunga baru

Berseri dan lebih wangi

Pada waktunya kalianpun tahu

Akhirnya aku menjalaninya sendiri

Atau aku Nampak sendiri

Hanya berteman Tuhan

Hanya berkawan senyuman orang tuaku

Dan juga diiringi cita-cita sahabatku

Siapa yang hanya akan terduduk dengan semua itu?

Bahkan aku mungkin terlalu egois untuk  berkata

Aku sama sekali telah dihapuskan

Dan janji-janji manis kepadaku hanya bualan

Dan apabila kesulitan tiba

Mulut-mulut itu baru akan meminta

Apakah aku harus melakukan hal yang sama?

Tak cukupkah kuperlihatkan itu dari mataku?

Bahkan aku bisa mengetahuinya dari tingkah

Mungkin itu sangat mudah untukku dan tidak untukmu

Sebagaimana rumput di musim kemarau

Kalian bagai hujan, pergi meninggalkanku

Satu per satu, namun pasti

Hingga hati ini merasa sendiri

Dan sungguh, aku mengalami bukan dalam mimpi

Hanya berteman Tuhan

Hanya berkawan senyuman orang tuaku

Dan diiringi ucapan sampai jumpa kalian

Tanpa aku tahu kapan akan bertemu

Aku masih merenung sendiri

Aku menulisnya dengan sepenuh hati

Terima kasih telah menghancurkan hatiku

Sungguh, semua ini tulisanku

Aku bukan pemalsu

Bahkan kau tak mengenalku tuan

Kau hanya tuan tanah yang bermata nazar

Seakan ingin melahapku

Aku bangkai busuk bagimu?

Tak pernah aku merasa senista ini

Kau kira aku pemalsu

Aku tetap berpikir

Semua ini akan tampak sia-sia

Kecuali aku bangkit sendiri dan melawan

Mungkin itu saja yang aku perlukan

Hanya berteman Tuhan

Hanya berkawan senyuman orang tuaku

Dan mungkin sedikit kenangan tentang kebersamaan

Yang perlahan hilang dari ingatanku

Karena jalan hidup kalian berbeda denganku

Hitamku di atas putihku

Aku ingin bisa menulis semua dosa-dosaku

Dan membakarnya jika itu bisa menebusnya

Mustahil!!!

Aku tetap tak mengerti mengapa aku ada?

Aku tak berkenan dengan makian

Aku tak kuasa akan tatapan merendahkan

Kumohon hentikan saja waktu

Biarkan aku memeluk mereka sebelum mereka membunuhku perlahan

Kumohon hentikan saja detak ini

Sebelum dia berhenti karena merasa sendiri

Mungkin aku hanya berteman Tuhan

Dan hanya berkawan senyuman orang tua

Serta dikenang sekenanya oleh mereka yang kusebut sahabatku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s