Menautkan Serpihan, Aku Tuliskan untuk Sahabatku

KEPINGAN MEMORI

            Hanung adalah seorang fotografer alam bebas yang sangat berbakat dan alami. Pengalaman-pengalamannya di alam merupakan salah satu pendukungnya untuk kemudian bekerja sebagaimana sekarang. Baginya alam adalah tempat belajar, bukan hanya belajar fotografi namun juga belajar tentang kehidupan. Pada awal karirnya, dia ditugaskan untuk menjadi fotografer di hutan Borneo bersama sebuah tim ekspedisi. Baginya ini adalah pengalaman yang menyenangkan. Meskipun banyak bahaya yang mengintainya saat berada di hutan.

Namun, disaat ekspedisi berlangsung dia harus segera pulang. Dengan disambut keluarga dan sahabat-sahabat seperjuangannya ketika masih mahasiswa, disertai dominasi warna hitam. Berita duka yang membawanya pada kenyataan bahwa antara hidup dan mati sangatlah dekat. Keperihan yang muncul karena kehilangan. Dan juga memori indah yang terlintas disaat melihat sahabat-sahabatnya ikut datang di rumah mungilnya.

Di ruang tengah sana, di tempat biasanya dia berkumpul bersama ayah, ibu, dan kakak-kakaknya, kini tergeletak kotak kayu. Kotak kayu yang di dalamnya berbaring sesosok tubuh yang terbujur kaku dan bisu, ayah yang sangat dicintainya. Dikelilingi bunga aster putih kesukaan Hanung. Namun mengapa bunga aster putih? Bukankah itu bunga kesukaan Hanung, bukan bunga kesukaan ayahnya?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s