Teman Ngobrol di Malam Hari

Segelas kopi flores sudah terhidang di meja beserta temannya, taart ubi. Aroma kopi yang kental dan menggugah selera ini sangat pas dinikmati dengan kesederhanaan rasa taart ubi. Bercahayakan remang lampu minyak, suasana romantis semakin terbangun. Setiap detiknya terekam eksotis dalam memori otak. Dingin udara malam semakin menambah kenikmatan dan keintiman canda tawa di sebuah rumah sederhana di tepi Danau Sano Nggoang, NTT. Taart ubi ini istimewa. Karena hanya sekali ini saja Mama Mia membuatkannya untuk anak-anak rantau ini.

”Enak, mama… Enak… Sering-sering saja ya mama pandhe (membuat) kue ini,” celetuk salah seorang anak.

”Itu sudah inuk (nak : perempuan)… Makan sudah, bagi semua teman di depan,” kata Mama.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s