Merengek

Merengek, bayi-bayi ini terlalu sering merengek. Hanya badan mereka saja yang bagai raksasa. Hati dan pikiran mereka, kuat pada suatu saat. Namun, kekuatan itu sangat rapuh dan kemudian menjadi sebuah dan bertubi-tubi rengekan, keluhan.

Aku tak pernah bilang bahwa semuanya akan mudah dan indah. Memangnya harga apa yang pantas untuk rengekan dan keluhan? Aku tak salahkan apapun tentang mereka. Dan akupun nyaris tidak berharap banyak pada mereka. Karena saat gerimis datang, mereka berceceran dan bercucuran air mata.

Burung-burung kertas, janganlah merengek dan mengeluh untuk hal kecil semacam ini. Setiap anak pasti merindukan orang tuanya. Setiap sungai ada hulu dan hilirnya. Setiap jam memiliki detiknya. Please stop your whining. I just hate it.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s