Sarno dan Prasojo

Selamat datang,

Banyak sekali cerita yang ingin kubagikan. Namun, hasrat untuk menuliskannya masih belum ‘ON’ juga rupanya. Mulai dari cerita perjalanan ke suatu gua, gunung, tebing, mall. Atau cerita KKN yang seru dan liburan setelah KKN yang amazing. Tapi, saya bingung mau mulai dari mana. Mungkin dari cerita tentang…. Apa ya? Bertemu seekor kucing?

Hmmm, baiklah. Saya akan bercerita tentang Si Kucing Sarno, yang selanjutnya akan saya sebut dengan Sarno.

Sarno. Mengapa namanya Sarno? Sarno berarti Sarape Keno, yang dapat diartikan secara ngawur sebagai gila / sakit jiwa. Mengapa namanya Sarno? *saya bertanya lagi. Awal mula dari nama ini adalah sebagai berikut :

Pada suatu petang, beberapa anak berkumpul di sebuah ruangan. Saya salah satu di antaranya. Kami sedang membicarakan dengan cukup serius tentang organisasi. Beberapa anak ini menyukai kucing. Beberapa tidak. Bahkan jijik, atau berkilah geli.

Pintu ruangan pada awalnya tertutup. Namun, jika terbuka, Sarno pasti masuk. Nah, saat kami sedang berbincang, Sarno dan ibunya (Prasojo–kucing betina kok namanya Prasojo?) masuk ke dalam. Lalu, salah satu temanku dengan segenap kengeriannya meloncat kepada salah satu cowok yang ‘anti disentuh cewek’ sambil berteriak-teriak. Suasana jadi sangat heboh. Dan si cowok untouchable ini sekonyong-konyong melemparkan Prasojo dan Sarno. Eitzz…. sepertinya saya salah bercerita. Ini cerita kelam si kucing Prasojo.

Kejadian Sarno, adalah karena kepalanya terinjak. Dan kemudian demam. Dan Sarno benar-benar tumbuh menjadi kucing bodoh, lucu, dan menggemaskan. Bahkan, aku sempat menari bersamanya. Sehari sebelum dia dilarung. Ah, kejamnya…. Cat haters, i don’t know how to tell you. I’m so sad for what you’ve done to them. They only cats…

Rasanya ceritaku sangat ngawur dan amburadul. Ini dikarenakan saya masih merindukan kedua kucing itu. Dan emosi serta jemari sudah tak terkendali. Maka, baiknya saya akhiri saja untuk saat ini.

Terima kasih,

Rinduku untuk Sarno dan ibunya, Prasojo…

Miss U always :*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s