Burung-Burung di Hutan Wonosadi

Hutan merupakan habitat berbagai spesies burung. Adanya spesies burung-burung tertentu di suatu habitat tertentu menandakan bahwa di tempat itu terdapat faktor-faktor yang menyebabkan burung-burung itu berada di situ. Faktor-faktor tersebut antara lain adanya sumber mata air, tempat tinggal yang sesuai, pakan, dan iklim.  Sumber mata air dapat berupa sungai maupun danau. Tempat tinggal bagi burung antara lain hutan dengan pohon-pohon yang juga menyediakan pakan untuk kelangsungan hidupnya. Sedangkan iklim tentu sangat berpengaruh terhadap keberadaan spesies burung tertentu di suatu tempat. Sebagai contoh adalah burung-burung migran yang bermigrasi ketika di tempat asalnya terjadi musim dingin dan akan kembali ke asalnya lagi ketika musim semi.

Hutan Wonosadi terletak di Desa Mbeji, Ngawen, Gunung Kidul. Hutan ini merupakan hutan adat yang sangat dijaga kelestariannya oleh masyarakat sekitar. Hutan yang masih alami ini berperan penting dalam penyediaan air untuk masyarakat sekitar dan tentunya bagi makhluk hidup lain yang menggantungkan hidupnya pada Hutan Wonosadi.

Tanggal 18-19 Maret 2009 telah dilakukan pengamatan burung di Hutan Wonosadi untuk mengetahui keanekaragaman  spesies yang ada di hutan ini. Metode yamg digunakan adalah metode jelajah. Pada tanggal 18 Mei 2009, pengamatan dilakukan oleh 2 tim pengamat pada pagi hari dan 2 tim pengamat pada sore hari. Sedangkan, pagi tanggal 19 Mei 2009 pengamatan dilakukan oleh 2 tim. Pengamatan di pagi hari dimulai pukul 05.00-11.00 WIB. Sedangkan pengamatan siang hingga sore dilakukan pukul 13.00-17.00 WIB. Pemandu tim pengamat burung yaitu Mas Kaspo, Mas Ngatmo, Mbak Puput, dan Mbak Alifi.

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, tercatat 35 spesies burung di Hutan Wonosadi. Spesies yang sangat menarik yaitu Spizaetus cirrhatus (elang brontok dan sarangnya) dan Spilornis cheela (elang bido) yang merupakan burung raptor. Keberadaan elang brontok ini mengindikasikan bahwa Hutan Wonosadi dan sekitarnya memiliki ekosistem yang masih baik dan alami. Spesies menarik yang lainnya yaitu Rhipidura javanica (kipasan belang) yang hanya ada di Jawa dan Phylloscopus borealis (cikrak kutub) yang merupakan burung migran. Sedangkan spesies yang melimpah yaitu Halcyon cyanoventris (cekakak jawa), Dicaeum trochileum (cabe jawa), Pycnonotus aurigaster (cucak kutilang), P. goaivier (merbah cerukcuk), dan Collocalia linchi (wallet linchi).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s