Khayalan Tak Bertepian

Saat aku mendengarkan sebuah lagu itu, langsung saja khayalku melambung tinggi ke angkasa
Di antara bintang- bintang yang bersinar terang, yang berlatarkan hitam
Ada kehampaan yang kurasakan, sesak, tak ada udara untukku bernafas
Namun aku dapat merasakannya, angin, meniup tubuhku yang terlempar dan jatuh ke suatu lubang hitam
Jari-jariku lemas, kaki dan tanganku hanya bagaikan sehelai selendang yang dimainkan ombak di lautan nebula
Awan-awan bersinar ungu itu menembusku, menghalangi pandanganku
Dan…akupun terjatuh di lelehan es
Tanganku menggapai-gapai ke atas, namun aku hanya tetap ada di antara, aku tak dapat meraih permukaan, ataupun tenggelam
Semuanya seperti dalam slow motion
Gaun putihku dan kerudungku yang meliuk-liuk oleh air dan aku tetap ada di situ
Lalu ketika aku akhirnya dapat menembus cairan itu, akupun bagai keluar dari pasir
Gurun pasir yang sangat luas dan terik, dan hanya ada aku, dan langit biru, dan matahari yang sangat menyengat
Hingga malampun tiba, aku melihatnya….bintang-bintang itu, tempatku dulu terombang-ambing di antaranya dan aku merindukannya
Dan muncullah bulan…dan mengapa tubuhku kembali melayang? menghalangi sinar bulan bagai gerhana?
Dan akupun kini melayang-layang lagi….lagi…dan lagi….
Aku kembali, dia antara bintang-bintang…berlatarkan awan hijau dan gelapnya angkasa
Aku terus melayang, menuju bintang-bintang yang telah mati, menuju benda dengan cahaya merah itu
Dan meteor-meteor melintasiku, tanpa menabrakkan dirinya padaku
Aku terus melayang
Di angkasa yang tak bertepi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s